Selasa, 28 Juli 2009

Bapak dari Biogeografi Evolusi


Alfred Russel Wallace O.M., F.R.S. (lahir 8 Januari 1823 – wafat 7 November 1913 pada umur 90 tahun) dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologi dari Britania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori tentang seleksi alam, dimana kemudian hari malah membuat Charles Darwin lebih terkenal dari dia dengan teorinya sendiri.

Ia banyak melakukan penelitian lapangan, dimana untuk pertama kalinya dilakukan di sungai Amazon di tahun 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan kemudian di Kepulauan Nusantara. Dia ketika itu mengoleksi aneka serangga dari ekspedisi Amazon. Kemudian koleksinya dia bawa pulang ke Eropa yang gandrung terhadap temuan baru dari belahan dunia lain. Koleksi serangga itu laku dijual dan modal itu menjadi titik awal penjelajahan Wallace di Nusantara. Pada perjalanan antara tahun 1848 hingga tahun 1854, Ia tiba di Singapura. Selama delapan tahun kemudian (1854 - 1862)ia menjelajah berbagai wilayah di Nusantara. Dari penjelajahan itu, ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul The Malay Archipelago. Selama ekspedisinya di Nusantara, diperkirakan dia telah menempuh jarak tidak kurang dari 22.500 kilometer, melakukan 60 atau 70 kali perjalanan terpisah, dan mengumpulkan 125.660 spesimen fauna meliputi 8.050 spesimen burung, 7.500 spesimen kerangka dan tulang aneka satwa, 310 spesimen mamalia, serta 100 spesimen reptil.[1] Selebihnya, mencapai 109.700 spesimen serangga, termasuk kupu-kupu yang paling disukainya.

Kebiasaannya mencatat perjalanan dan menyelamatkan catatan-catatan itu dengan cara mengirimkan ke Inggris melalui pos kapal-kapal dagang Eropa, termasuk ketika singgah di Pulau Ternate antara tanggal 8 Januari 1858 dan 25 Maret 1858, ketika ia terserang malaria memaksakan diri menulis surat dan mengirimkan kepada ilmuwan pujaannya, Charles Darwin di Inggris.

Dalam penjelajahannya di bumi Nusantara ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian besar. Garis ini dikemudian hari dikenal sebagai Garis Wallace, dimana di satu bagiannya, bentuk flora dan faunanya masih mempunya hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. Sedangkan di bagian yang lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna dari Asia. Ia dianggap sebagai ahli terkemuka di abad ke-19 dalam bidang penyebaran spesied binatang dan terkadang dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi, sebuah kajian tentang spesies apa, tinggal dimana dan mengapa.[1] Ia adalah salah seorang dari pemikir revolusioner pada abad ke-19 dan memberikan banyak masukan kepada pembangunan "teori evolusi" selain juga salah seorang penemu dari "teori seleksi alam". Termasuk didalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna, dan juga "Efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna.


Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Definisi Biosfer

Biosfer

Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar 3,5 milyar tahun dari 4,5 milyar tahun usia Bumi.

Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Komposisi TIM MGMP Geografi 2009-2010

Tim MGMP Geografi pada tahun ajaran 2009-2010 ada sedikit perubahan yaitu dengan bergabungnya Drs.H.A.Suhendar,MM. Beliau adalah seorang geograf yang telah merasakan asam garamnya geografi dan malang melintang dalam bidang yang lain.....selamat bergabung pa !!!!

Jadi pada tahun ajaran ini, pembagian tugasnya sebagai berikut :
Kelas X (1-5) oleh Drs.H.Didi Abdulkadir
Kelas X (6-9) oleh Drs.H.A.Suhendar, MM.
Kelas XI-IPS (1-4) Oleh Upi Supriatna, S.Pd
Kelas XII-IPS (1-4) Oleh Drs.Agus Kusriono

Selamat bekerja untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar RI.
Semoga Allah selalu membimbing kita semua.
Ameen.

Rabu, 04 Februari 2009

Perjalanan Ke Gunung Manglayang


Sampai di Batu Kuda

Selasa, 27 Januari 2009

Kunjungan Ke Museum Mandalawangsit

Rabu, 29 Oktober 2008

Temu Wicara Dengan Dinas Pariwisata Kab.Indramayu


Sebelum Menuju ke Pulau Biawak Dosen dan Mahasiswa MRL UPI sebelumnya melakukan dialog dengan Dinas Pariwisata Kab.Indramayu. Dalam dialog tersebut dibahas mengenai strategi pengembangan kepariwisataan di Kab.Indramayu.

Ekspedisi Pulau Biawak Mahasiswa MRL UPI 2008


Kegiatan Ekspedisi ke Pulau Biawak ini dilakukan oleh Forum Riset Mahasiswa Manajemen Resort and Leisure UPI. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 23-26 Oktober 2008. Pulau Biawak adalah salah satu pulau yang merupakan gugusan pulau karang di Laut Jawa,yang masih merupakan bagian dari Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat.

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Masalah Kependudukan?

Jawaban di tulis di kolom komentar okeh!!!

Jumat, 25 Januari 2008

Satelit dalam PJ

Nama-nama Satelit dalam Penginderaan Jauh :
1. TIROS-1 (Television and Infrared Observation Satelit-1) milik AS
2. DMSP (Defence Meteorological Satelite Programe) milikAS
3. NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) AS
4. IRS (Indian Remote Sensing)

Rabu, 12 Desember 2007

Praktek Lapangan Bandung Purba



Untuk menambah kompetensi dalam kajian Geografi Fisik  pada awal Juni 2007,  guru-guru Geografi yang bergabung dalam MGMP Geografi Kota Bandung mengadakan praktek lapangan menelusuri jejak-jejak Geologi Bandung Purba. Jalur penelusuran dimulai dari Patahan Lembang-Kendan-Gua Pawon-Sanghyang Tikoro.